Sejarah Desa

Legenda Desa Karangtengah

      Konon berdasarkan cerita sesepuh desa karangtengah mengisahkan bahwa asal mula nama desa karangtengah berasal dari kisah datangnya 8 tumenggung pengembara utusan ( duta ) dari salah satu keraton Surakarta supaya mengembara ke arah barat ke 8 Tumenggung tersebut adalah pengembara sakti yang berbudi luhur yang mengarungi perjalanan kehidupanya dengan mengembara sambil menebarkan bakti social, ilmu kanuragan yang adi luhung, budi pekerti luhur dan berbagi tatanan kehidupan yang tentram, damai, rukun dan sentosa. Beliau – beliau ini dikenal arif bijaksana, dikalangan Nayaka Praja maupun abdi dalem, disegani kawan maupun lawan.

      Ke 8 Tumenggung ini adalah pengembara sejati, sehingga setelah beberapa hari melakukan perjalanan sampailah pada suatu tempat yang sekarang bernama Desa Karangtengah. Ke 8 Tumenggung kebingungan lalu termeung ( termangu ) dan beristirahat. Dalam ketermenunganya ke 8 Tumenggung punya pemikiran/inspirasi apabila suatu saat tempat ini jadi pemukiman akan dinamai Gerlangu, dengan ditandai pemasangan patok batu yang diatasnya ada semacam gelang. Sehingga sampai dengan saat ini dusun tersebut diberi nama Gerlangu. Setelah beristirahat, kemudian ke 8 Tumenggung melanjutkab perjalanan ke barat  disitu berhenti sejenak dan melihat ( menyawang ) ke arah selatan sambil menikmati keindahan alam yang ada didepanya, timbulah pemikiran dari ke 8 Tumenggung  apabila suatu saat tempat itu menjadi desa akan dinamakan Sawangan ( pandangan ) dan tempat untuk mengarang nama itu dinamakan Karangtengah. Kesokan harinya ke 8 Tumenggung tersebut melanjutkan pengembaraan, ditengah perjalanan ke 8 Tumenggung bertemu dengan seseorang dan ada sesuatu yang perlu  ditanyakan, namun pertanyaan itu dijawab dengan jawabn yang tidak enak didengar ( ncelakuntang ) sehingga tempat itu dinamakan Dusun Muntang.

      Setelah  beberapa  waktu untuk singgah di muntang, ke 8 Tumenggung berencana akan melanjutkan pengembaraan. Di pagi yang cerah mana kala matahari baru terbit sebelum melanjutkan perjalanan, ke 8 Tumenggung melihat tempat sekelilingnya dan sempat terlihat disebelah timurnya ada bukti-bukti ( puntukan ) sehingga sampai saat ini dinamakan dusun Muntuk.

      Setelah memberi nama dusun Muntiuk, ke 8 Tumenggung melanjutkan perjalanan, dan di antara salah satu tumenggung berjalan ke utara ke selatan, disitu berhenti melihat pohon besar, batang dan daunya mirip menyerupai karang, ke 8 Tumenggung itu medatangi tempat dimana pohon tersebut berada. Setelah sesampainya ditempat pohon itu berada ke 8 Tumenggung duduk-duduk dan timbulah pemikiran bahwa besok suatu saat apabila tempat ini jadi desa akan dinamakan dusun Karangbatur.

      Dari ke 8 Tumenggung, ada salah satu Tumenggung yang paling sakti yaitu :

Tumenggung Ki Jebug, Ki Jebug punya beberapa nama :

  • Ki Wangsa Kusuma
  • Ki Candra Kusuma
  • Ki Anta Kusuma, dan masih banyak lagi nama lainya

Ki Jebug mempunyai 3 anak :

  1. Suta Kusuma
  2. Wirya Kusuma
  3. Wangsa Krama

Lama kelamaan banyak warga yang berdatangan kependukuhan itu setalah beranak pinak, sehingga terbentuklah masyarakat desa. Untuk mengenang kesepuhan pendirinya maka desa itu dinamakan Desa Karangtengah.